Jakarta, WartaBHINEKA.com – Dua panda asal Tiongkok yang didatangkan dari Tiongkok telah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pagi ini, Kamis (28/9/2017).
Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca) merupakan salah satu satwa endemik dan kharismatik yang berasal dari Cina. Warna bulu hitam dan putih serta sifat dasar panda yang lembut, dipercaya layaknya Yin dan Yang dapat membawa kedamaian dan keselarasan dalam hidup bagi rakyat Cina.
Kehadiran Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina) merupakan tindak lanjut nota kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC), serta nota kerja sama business to business antara PT Taman Safari Indonesia (TSI) dengan China Wildlife Conservation Association (CWCA), pada 1 Agustus 2016 di Guiyang, Cina.
Tak heran jika satwa besar tersebut kerap digunakan sebagai hadiah persahabatan dari Cina kepada negara sahabat. Sekaligus sebagai upaya pemeliharaan ex situ. Selain Indonesia, 15 negara lain yang telah menjalin kerja sama konservasi Giant Panda dengan Cina yaitu Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Jerman, Austria, Spanyol, Inggris, Belgia, Prancis, Belanda, Amerika Serikat dan Kanada.
Kedatangan sepasang panda ini disambut langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Perwakilan Direktur Utama PT TSI Jansen Manangsang dan Sigit Munarto dari Garuda Indonesia. Bertempat di terminal kargo Bandara Soekarno Hatta, Jansen mengatakan, kedatangan panda ini karena keberhasilan TSI sebagai lembaga konservasi. “Taman Safari bahkan ditunjuk sebagai lembaga konservasi ex situ pertama oleh Menteri LHK,” ucapnya, dikutip dari Republika Kamis (28/9).
Lima tahun lalu presiden Indonesia melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Cina. Dalam lertemuan tersebut, ia melanjutkan, TSI mendapat izin peminjaman sepasang panda untuk pengembangbiakan. “Nantinya masyarakat tidak bisa melihat panda di Cisarua, tidak perlu jauh-jauh,” tambah dia.